Untuk hasil terbaik gunakan browser Mozilla Firefox 2.0.0 ke atas atau Internet Explorer 6 ke atas Resolusi layar 1024 X 768 pixels
 
 
balitsa balitbu balithi balitjestro
 
 
# SMS CENTER BENIH SUMBER DAN PLASNANUTFAH HORTIKULTURA (081299105742) # Segenap Karyawan dan Karyawati mengucapkan Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1435H, Mohon Maaf Lahir dan Batin #
     
     
 
Beranda > BERITA > INFO AKTUAL > Selengkapnya

   
MERINTIS KEMANDIRIAN PANGAN MELALUI KRPL ... ALA CITAYAM
Sumber: Puslitbang Hortikultura, Tgl Posting: 24-01-2012

Perumahan Kementerian Pertanian Citayam “Atsiri Permai” dihuni tidak kurang dari 2.000 Kepala Keluarga yang terbagi 15 Rukun Tetangga (RT) dan 2 Rukun Warga (RW). Penduduk Atsiri Permai sebagain besar adalah karyawan pemerintah dan sebagian kecil pedagang, karyawan swasta dan usaha lainnya. Daerah Citayam terkenal dengan hasil sayurannya (hortikultura) seperti daun singkong, terong, kangkung, bayam, jagung muda, nangka muda, pepaya muda, pisang, jambu biji rambutan, durian dll. Bahkan begitu melimpahnya hasil sayuran dan buah-buahan dari Citayam hampir sebagaian besar penduduk Citayam menggantungkan hidupnya dari pertanian dan perdagangan sayur dan buah-buahan dengan daerah pemasaran Depok, Pasarminggu, Manggarai dan daerah Kota. Cerita ini terjadi sekitar 20 tahun lalu, karena seiring dengan perkembangan jaman, penduduk makin bertambah dan lahan pertanian makin sempit tentunya kejayaan Citayam sebagai penghasil sayuran dan  buah-buahan pun lambat laun kian memudar.
 

Nara sumber KRPL Ir. Sulusi Prabawati, MS tengah menyampaikan arahannya pada sosialisasi KRPL di Perumahan Atsiri Permai Citayam.
 

Antusiasme warga mendengarkan pemaparan KRPL dari nara sumber

Ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan keniscayaan yang tidak terbantahkan. Hal ini menjadi prioritas pembangunan pertanian nasional dari waktu ke waktu. Ke depan, setiap rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi sumberdaya yang dimiliki, termasuk pekarangan, dalam menyediakan pangan bagi keluarga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga.

Kementerian Pertanian menginisiasi optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). RPL adalah rumah pendududuk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam. Apabila RPL dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun (kampung), desa, atau wilayah lain yang memungkinkan, penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL) disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Selain itu, KRPL juga mencakup upaya intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (sekolah, rumah ibadah, dan lainnya), lahan terbuka hijau, serta mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil.

Berangkat dari berbagai permasalahan di atas, Badan Litbang Pertanian tanggal 21 Januari 2012 melakukan sosialisasi penerapan KRPL di perumahan Atsiri Permai Citayam. Antusiasme warga terhadap KRPL tampak begitu tinggi, hal ini tercermin dari hampir semua Ketua RT dan Ketua RW yang diundang hadir bahkan Ibu Lurah pun tidak mau ketinggalan dengan warga lainnya. Badan Litbang Pertanian ingin menjadikan Perumahan Atsiri Permai dan warganya menjadi pelopor KRPL khususnya untuk masyarakat Citayam. Sehingga apa yang dilakukan Warga Atsiri Permai dapat menjadi inspirasi masyarakat Citayam sehingga Citayam bisa kembali menjadi daerah penghasil sayuran dan buah-buahan dalam rangka pemenuhan kebutuhan penduduk Jakarta dan sekitarnya terhadap komoditas sayuran. Prinsip dasar KRPL adalah : (i) pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, (ii) diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, (iii) konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan), dan (iv) menjaga kelestariannya melalui kebun bibit desa menuju (v) peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk menjaga keberlanjutan dan mendapatkan nilai ekonomi dari KRPL, pemanfaatan pekarangan diintegrasikan dengan unit pengolahan dan pemasaran produk. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya penyelamatan hasil yang melimpah dan peningkatan nilai tambah produk.

Dampak yang diharapkan dari pengembangan KRPL antara lain :
  1. Terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari.
  2. Meningkatnya kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan di perkotaan maupun perdesaan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), tenak dan ikan, serta pengolahan hasil dan limbah rumah tangga menjadi kompos.
  3. Terjaganya kelestarian dan keberagaman sumber pangan lokal.
  4. Berkembangnya usaha ekonomi produktif keluarga untuk menopang kesejahteraan keluarga dan menciptakan lingkungan lestari dan sehat.

Suasana praktek budidaya sayuran pekarangan dengan bantuan teknisi dari BPTP DKI
 PDF

 
     
 
 Cari :  
 

     
 
INFORMASI LAIN










 
     

     
 
KONTAK ONLINE
Dewan Redaksi:
PuslitHorti

Via Yahoo Messenger Web:

 
     
Untitled Document

 




Kecuali dinyatakan lain, pemilik content, gambar dan desain adalah Badan Litbang Pertanian Cq. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, bagi yang ingin menyebarkan/menggunakan materi yang ada di situs web ini, dipersilahkan dengan mencantumkan alamat situs web ini sebagai sumbernya.


Tentang Kami | Peta Situs | Kontak Kami | © 2009 Web Admin Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura
Jl. Raya Ragunan 29A Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12540, Indonesia   Telp: +62 (21) 7805768, 7892205   Fax: +62 (21) 7805135, 7892205
Email: puslitbanghorti@litbang.deptan.go.id, pushorti@yahoo.com